MATERI PRS (PENDIDIK REMAJA SEBAYA) KESJA (KESEHATAN REMAJA) TENTANG SEKS DAN GENDER

SEKS DAN GENDER

Salam Palang Merah.
Kali ini saya akan membahas mengenai slah satu materi kepalang merahan yaitu materi PRS (pendidik remaja sebaya) atau biasa juga disebut materi KESJA (Kesehatan Remaja). Pada amateri ini akan dipaparkan mengenai definisi seks dan gender, peran gender, ketidakadilan gender, kebutuhan praktis dan kebutuhan strategis gender.

“Akhir-akhir ini, gender menjadi isu penting dan istilah yang sering kali diperbincangkan. Namun, masih banyak kesalahpahaman tentang konsep gender serta kaitannya dengan perjuangan perempuan untuk mendapatkan kesetaraan dan keadilan. Untuk memahami konsep gender, dalam modul ini akan dibahas perbedaan seks dan gender, peran gender, ketidakadilan gender, kebutuhan praktis, serta strategi gender.”


TOPIK 1: 


SEKS dan GENDER
KUNCI MATERI

APAKAH SEKS ITU?
Seks atau jenis kelamin merupakan karakteristik biologis-anatomis (khususnya sistem reproduksi dan hormonal) diikuti dengan karakteristik fisiologis tubuh yang menentukan seorang laki-laki atau perempuan. Laki-laki : memiliki penis, testis, dan memproduksi sperma. Perempuan : punya vagina, rahim, melahirkan, dan menyusui. Alat-alat tersebut berlaku untuk jangka waktu selamanya, di mana saja, dan secara fungsi tidak dapat dipertukarkan.

APAKAH GENDER ITU?
Gender secara mendasar, konsep gender berbeda dengan seks. Gender merupakan sifat yang melekat pada kaum laki-laki atau perempuan yang dikonstruksikan secara sosial ataupun kultural. Ada pula yang mengartikannya sebagai pembagian peran dan tanggung jawab baik laki-laki maupun perempuaan yang ditetapkan masyarakat ataupun budaya. Karakteristik yang berlawanan antara laki-laki dan perempuan:

Laki-laki                   Perempuan
Maskulin                  Feminin
Rasional                   Emosional
Tegas                        Fleksibel
Agresif                     Pasif
Objektif                   Subjektif
Kasar                        Lembut

Padahal, sebenarnya, karakteristik tersebut bisa berubah dan dapat dipertukarkan. Artinya, perempuan bisa memiliki sifat maskulin dan tegas. Sebaliknya, laki-laki juga ada yang bersifat feminin dan lembut.Perbedaan yang mendasar antara seks dan gender:
Seks
Tidak bisa berubah.
Tidak bisa dipertukarkan.
Berlaku sepanjang masa.
Berlaku di mana saja.
Berlaku bagi siapa saja.
Ditentukan oleh Tuhan atau kodrati.
Gender
Bisa berubah.
Bisa dipertukarkan.
Bergantung masa.
Bergantung budaya masing-masing.
Berbeda antara satu golongan dan yang lain.
Dibentuk dan dibuat oleh masyarakat.


TOPIK 2 : 

PERAN GENDER
Perbedaan jenis kelamin melahirkan perbedaan gender termasuk perbedaan peran. Inilah yang memunculkan istilah yang disebut sebagai peran kodrati dan peran gender. Peran kodrati adalah peran yang muncul berdasarkan jenis kelamin dan tidak dapat dipertukarkan. Peran gender adalah peran yang muncul berdasarkan norma yang ada dalam diri dan masyarakat serta tidak berhubungan dengan jenis kelamin sehingga dapat dipertukarkan.

TOPIK 3: 

KETIDAKADILAN GENDER
KUNCI MATERI

APAKAH KETIDAKADILAN GENDER ITU ?
Ketidakadilan gender adalah berbagai tindak diskriminasi yang bersumber pada keyakinan gender. Bentuk Ketidakadilan Gender

  • Marginalisasi yaitu peminggiran/pemiskinan ekonomi
  • Subordinasi yaitu anggapan/perlakuan bahwa perempuan tidak penting (nomor dua)
  • Stereotipe yaitu pelabelan/stigma
  • Violence yaitu kekerasan
  • Diskriminasi yaitu pembedaan
  • Multi-Berden yaitu beban kerja lebih panjang dan banyak
Bentuk-bentuk ketidakadilan gender tersebut tak bisa dipisahkan karena satu sama lain saling berkaitan dan mempengaruhi.


TOPIK 4 : 
KEBUTUHAN PRAKTIS dan KEBUTUHAN STRATEGISGENDER
KUNCI MATERI

APAKAH KEBUTUHAN PRAKTIS GENDER ITU ?
Kebutuhan praktis gender adalah kebutuhan yang berhubungan untuk memenuhi kebutuhan praktis supaya seseorang bisa menjalankan fungsi sesuai dengan tugas dan peran gender masing-masing. Kebutuhan praktis gender juga merupakan respons untuk lebih mendekatkan pada kebutuhan yang lebih spesifik. Kebutuhan praktis gender ini biasanya diformulasikan dari kondisi nyata pengalaman perempuan dan untuk kelangsungan hidup manusia.

APAKAH KEBUTUHAN STRATEGIS GENDER ITU ?
Kebutuhan strategis gender adalah kebutuhan yang muncul dari posisi subordinat perempuan yang tidak menguntungkan dalam masyarakat. Kebutuhan strategis ini berkaitan dengan peningkatan posisi perempuan yang memerlukan waktu lama untuk mewujudkannya.
Kebutuhan strategis gender juga mempersoalkan peran subordinat perempuan dan akibatnya terhadap ketidakadilan atau diskriminasi gender. Kebutuhan strategis gender ini berkaitan dengan pembagian kerja, kekuasaan, dan kontrol. Perbedaan kebutuhan praktis dan strategis gender dapat diringkas sebagai berikut.
KEBUTUHAN PRAKTIS
Fokus pada Perempuan.
Memenuhi kebutuhan dasar pada saat ini (jangka pendek).

  • Ditujukan untuk meningkatkan kondisi perempuan.
  • Ditujukan pada kondisi perempuan di kelompok tertentu.
KEBUTUHAN STRATEGIS
Fokus pada relasi gender, misalnya hubungan perempuan dengan laki-laki.

  • Untuk meningkatkan posisi perempuan (jangka panjang)
  • Ditujukan pada posisi perempuan dalam kategori relatif terhadap laki-laki
PEMBERDAYAAN
Selama ini, perempuan sulit mengidentifikasikan kebutuhan strategis gender mereka sendiri. Bahkan, pada saat perempuan tahu alternatif pemecahan untuk mencapai perubahan tersebut, kebutuhan praktis dan cara mempertahankan hidup selalu menjadi
prioritas utama.
Sebenarnya, jika diberi kesempatan yang cocok, perempuan menjelaskan situasi, kondisi, dan posisi mereka yang sesungguhnya. Kebutuhan strategis ini biasanya akan muncul dengan cepat dalam pertemuan informal.

Itulah pembahasan mengenai materi PRS / KESJA. Jika kalian punya kritik, saran, maupun pertanyaan silahkan masukkan di kolom komentar.

Salam Palang Merah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "MATERI PRS (PENDIDIK REMAJA SEBAYA) KESJA (KESEHATAN REMAJA) TENTANG SEKS DAN GENDER"

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALKAN PESAN ANDA.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel